Sejarah Prodi

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UGN, didirikan berdasarkan SK Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi No 238/Dikti/Kep./1998 tanggal 09 Juli 1998. Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia scara konsisten menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat pengguna, Untuk itu disusunlah kurikulum yang mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan, sebab kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi.

Pengembangan kurikulum terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Penekanan pengembangan kurikulum tidak lagi terbatas pada content atau pengetahuan melainkan juga meliputi pengembangan pembelajaran, kemampuan kreatif, serta penggunaan informasi baru dan teknologi komunikasi. Dengan demikian setiap institusi pendidikan tinggi yang akan mengembangkan kurikulum harus memperhatikan azas kompetensi, manfaat, kelenturan (fleksibilitas), dan continuous improvement.

Untuk itu pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Presiden (Pepres) RI Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang merupakan kerangka penjenjangan kualifikasi kompetensi yang dapat menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan antara bidang pendidikan dan bidang pelatihan kerja serta pengalaman kerja dalam rangka pemberian pengakuan kompetensi kerja sesuai dengan struktur pekerjaan di berbagai sektor.

Sejalan dengan itu, kurikulum di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia telah mengalami berbagai perubahan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia. Selain itu, ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin berkembang mewajibkan penyetaraan kurikulum di dunia pendidikan terutama Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UGN. Hal ini dimaksudkan agar memiliki Capability yang mumpuni sejalan dengan perkembangan dalam masyarakat dan IPTEK.

Menjawab perkembangan tersebut, UGN khususnya Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia telah beberapa kali melakukan pengembangan kurikulum. Pengembangan terakhir dilakukan pada tahun 2005 yang menghasilkan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) didasarkan pada Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (Kemendiknas RI) Nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil Belajar Mahasiswa dan No. 045/U/2002 tentang Kurikulum Inti Perguruan Tinggi.

Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia juga telah merevisi KBK dengan mengintegrasikan kompetensi karakter ke dalamnya untuk mewujudkan jargon ―be excellent. Sehingga dokumen perencanaan perkuliahan seperti silabus, kontrakperkuliahan, dan Satuan Acara Perkuliahan setiap mata kuliah di UGN sejak tahun tahun 2012 telah memuat atribut softskill dan karakter, serta tema keilmuan yang merajutnya.

Meskipun demikian tidak dapat dipungkiri, bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di tengah masyarakat dan dunia dalam dekade ini maju dengan pesat, sehingga dari segi isi, kurikulum yang ada harus berisikan ilmu pengetahuan terbaru, agar kualitas output jurusan mampu berdaya saing dan memenuhi kebutuhan stakeholder. Dari segi proses,jelas kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan perkembangan IPTEK.

Oleh karena itu, Kurikulum tersebut tetap saja perlu terus dievaluasi. Sejalan dengan pemikiran ini, dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, UU No. 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, UU No. 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNPT), dan Keputusan Presiden RI No. 8 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), telah mendorong Pendidikan bahasa dan sastra Indonesia untuk melakukan pengembangan kurikulum dengan pedoman Rekontruksi Kurikulum Perguruan Tinggi berorientasi KKNI dan SNPT, Buku Kurikulum Pendidikan Tinggi (2014), dan Pedoman Pengembangan Kurikulum yang diterbitkan oleh UGN (2018).

Perubahan kurikulum merupakan hal yang wajar dan harus dilakukan untuk menjawab perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan yang ada pada masyarakat. Sejalan dengan ini pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, UU No. 12 Tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi, UU No. 49 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan (SNPT), dan Keputusan Presiden RI No. 8 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Menyikapi hal tersebut Proram Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia telah melakukan pengembangan kurikulum berbasis pada rekostruksi kurikulum berorientasi KKNI, standar nasional perguruan tinggi, buku kurikulum pendidikan tinggi, visi misi Universitas Graha Nusantara dan pedoman pengembangan kurikulum yang dikeluarkan oleh Universitas Graha Nusantara